Seorang penumpang kapal yang kapalnya tenggelam terkatung-katung selama 3 hari dilautan yang sangat luas. Lalu dia berdoa kepada Tuhan agar tuhan menyelematkannya.

Beberapa hari kemudian ada satu kapal yang melihat si penumpang kapal dan menawari tumpangan padanya. Dan penumpang kapal itu meyakini bahwa tuhan yang akan menyelamatkannya.

Keesokan harinya terjadi hal yang sama, ada satu kapal lain yang menawari tumpangan kepadanya.
Dan dia tetap mengatakan bahwa Tuhan yang akan menyelamatkannya.

Beberapa jam kemudian, pada akhirnya si penumpang kapal tenggelam dan mati.
Lalu dia masuk surga. Di surga dia bertanya kepada Tuhan, mengapa Tuhan yang sangat dia percayai tidak menyelematkannya...

Lalu Tuhan berkata padanya, AQ TELAH MENGIRIMKAN 2 KALI BANTUAN UNTUK MENYELAMATKAN MU,, TAPI KAU MENOLAKNYA.......
Muhammad Hatta dan Soekarno pernah berdebat tentang kemerdekaan Indonesia. Pada waktu itu Hatta meminta agar Soekarno tidak buru-buru untuk melaksanakan proklamasi kemerdekaan, hal itu dikarenakan Hatta beranggapan bahwa sebuah negara harus di dukung dengan infrastruktur politik dan suprastruktur politik yang baik. Dan pada waktu itu Indonesia belum pada tahapan tersebut, sehingga menurutnya riskan untuk memerdekakan negeri ini. Sumber daya manusia negeri ini belum mumpuni untuk mengelola pemerintahan dan menjalankan sistem demokrasi yang diinginkan.

Namun Soekarno bersikeras untuk memerdekakan negeri ini dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, karena menurutnya, hal yang paling mendasar dan menjadi permasalahan negeri ini adalah kemerdekaan. KIta ini pintar, kita orang-orang terpilih untuk menjadi pemimpin di negeri ini, namun kita sampai hari ini tidak mampu memberikan apa yang masyarakat kita inginkan. Itu semua bukan karena kita tidak mampu secara intelektual, tapi kita tidak diberikan kemerdekaan lanjut Soekarno.

Jika saya memiliki 100 jempol, maka 100-nya akan saya acungkan untuk kedua tokoh tadi. Pantas mereka diposisikan sebagai tokoh penting dari sekian banyak founding fathers negeri ini. Dwi tunggal yang sempurna karena saling mengisi dan saling memahami. Meski sering berbeda pendapat namun semuanya hanya karena perbedaan latar belakang pemikiran, namun tujuannya tetap untuk rakyat dan memang dari rakyat.

Hari-hari ini ketika negeri berada mengangungkan demokrasi, aq dipertontonkan dengan begitu banyak pemimpin yang beradu strategi sampai-sampai melupakan apa yang harusnya mereka perjuangkan melalui demokrasi. Tarik menarik kepentingan dianggap sah dan disembunyikan dibelakang nama dinamisasi politik.

Masing-masing mengklaim bahwa suara mereka adalah suara rakyat, semuanya mendukung rakyat dan apa pun yang mereka lakukan ikhlas demi rakyat. Namun ketika rakyat tetap jadi korban. Buruh tetap menderita, petani yang katanya swasembada makin sulit menyekolahkan anak-anaknya dan penderitaan yang kian menjadi komoditas.

Hari ini negeri ku kembali berbau mesiu, negeri ku kembali digoyangkan oleh dentuman ledakan yang merenggut nyawa anak-anak negeri ini. Ketika saudara-saudaraku merintih menahan sakit di mmc, medistra dan pertamina, pemimpin ku masih berpikir tentang pengamanan dirinya sendiri, masih berpikir tentang lawan-lawan politiknya.

Haruskah Hatta dan Soekarno bangun dari kubur untuk menjelaskan pada kita, bahwa semua ini tidak pada tempatnya. Atau mungkin kita lebih butuh seorang Superman atau Wonder women untuk membuat kita merasa bahwa kita merdeka?

Pages

Popular Posts