SUARA CINTA SEORANG SAHABAT

/
0 Comments
Malam ini penuh duka Tuhan…
Denting hujan saat ini seolah bersedih untukku…
Aku susah tidur !! Segala yang beku tak lagi kaku hingga dinding beku bisa merayu.
Ini malam terakhir penaku menari di atas kertas dalam wadah sendu. Ruangku makin tak berbatas, makin sesak.. makin penat.. makin tak tentu.. gaduhku sampai tak bisa merontah … jiwaku dijeruji pilu..

Aku ingin 1000 waktu tak habis untukku. Untuk bunda… untuk ayah… untuk keluarga …. untuk sahabat… Ini bukan yang kumau Tuhan ?? Detik ini hampir binasakan inginku. Aq kini bukan apa-apa..

Sayapku tak mampu lagi memeluk bumi dari segala angkara yang kupunya. Kebahagiaanku hilang saat jiwaku hilang… Hatiku juga ikut pergi saat cintaku pergi..
Untuk tertawa sekali saja aku harus menangis berulang-ulang kali..
Trus mau apalagi, perasaanku sudah mati… sudah habis… sudah terkikis. Harus berapa kali hati ini roboh Tuhan? Hatiku kini adalah keping. Kepolosan jika melelapkanku dalam halusinasi fatamorgana yang dipenuhi kekosongan. Rasaku ditumpuki berpuluh-puluh kehampaan. Sepertinya hambar seangkasa..
Aku tak pernah mau tau jika rasa hanya membinasakan seluruh saraf-saraf dalam otak dan tubuhku. Tangga-tangga nada dari belenggu melodi cinta yang tak lagi bernyawa. Nada-nada hanya bisa menjadi melodi sunyi dari segala roh-roh kehidupan yang mencioba hidup dalam nadiku.

Tanya makin tak bernotasi!!
Aku seperti mati tapi tak mau mati…. Aku seperti hidup tapi tak mau hidup…. Aku seharusnya yang bicara tak tak mau bicara…. Tak ku mengerti apa mau jiwaku Tuhan.. ? Saat elegi dalam romansa asing menusuk sanubari. Lukaku semakin perih. Relungku makin angkat suara tentang segala cara. Kepatuhan makin menyudutkanku disudut kebisuan yang tak boleh bicara. Kemudian jiwa harus bernyanyi dan menari dalam kekalutan lantun syair yang membuatku hanyut. Tetap saja yang lampau sudah mati. Namun kejenuhan menghiba tak mau enyah. Anak panah dari sak petuah melepas jiwaku dalam cinta dan persahabatan. Cinta ajarkanku memegang teguh sendi-sendi yang mengikat insan dalam sebuah pengabdian. Cinta ajarkanku melindungi kepolosan dengan penuh kedewasaan. Mengilhami arti perbedaan dan menjadikannya satu.
Sahabat pula memberi cinta dari segala yang kutahu. Jika demikian sahabat adalah nyawa dan nafasku. Sebuah ikatan suci yang menjadikan hidup lebih berarti.

Tapi fikirku sempat terhenti… Apa jadinya jika sahabat ingkari hati. Lebih baik mati jika ingkari janji. Aku lebih tak perduli lagi jika begini. Anganku makin remuk… Harapanku makin sirna.. Dosa apa aku hingga begini? Aku harus bagaimana Tuhan..? Harus kubuang kemana perasaanku… piluku sampai tak sanggup kulontarkan hingga menderu.. Sebaiknya kubiarkan saja melayang…
Atau aku yang harus pergi dengan 1 syarat :

"BAHWA AKU TAK MAU CINTA LAGI"


You may also like

Tidak ada komentar:

Pages

Popular Posts